Rabu, 06 Januari 2021

pengertian sistem stater

 

Pengertian Sistem Starter

Pengertian Sistem Starter – Pada umumnya, sistem starter sering kita jumpai pada sebuah mesin salah satunya adalah kendaraan seperti mobil dan motor. Mesin pada kendaraan tersebut memerlukan sistem starter agar dapat hidup.

Ringkasnya, dengan adanya sistem starter pada sebuah mesin, maka akan dapat mengubah arus listrik pada aki menjadi energi mekanik.

Energi mekanik ini nantinya akan berguna untuk membuat mesin tersebut dapat hidup dan bergerak.

Untuk lebih jelasnya, kita bahas mengenai pengertian sistem starter.

Pengertian Sistem Starter

Sistem starter adalah komponen yang berfungsi untuk menghidupkan atau menjalankan sebuah mesin. Pada mesin kendaraan sendiri, sistem starter berfungsi untuk mengubah arus listrik yang terdapat pada aki menjadi energi mekanik.

Energi mekanik ini akan dapat membuat mesin dari kendaraan tersebut dapat bergerak dan berjalan. Disisi lain, sistem starter ini berfungsi sebagai penggerak awal sehingga mesin pada kendaraan dapat melakukan proses pembakarannya.

Berarti dengan adanya sistem starter ini membantu kita untuk menghidupkan atau menjalankan sebuah mesin. Tentunya akan sangat berpengaruh jika sistem starter pada sebuah mesin bermasalah atau rusak.

Jenis-Jenis Sistem Starter

Kita sudah tahu salah satu jenis dari sistem starter adalah yang digerakkan dari tenaga kaki manusia (kick starter).

Namun, sistem starter mempunyai beberapa jenis lainnya yang perlu kita ketahui seperti yang berikut ini:

Starter MekanikStarter mekanik adalah salah satu jenis yang paling sering kita jumpai. Starter ini biasanya digerakkan oleh tenaga manusia seperti starter kaki (kick starter) pada sepeda motor, dan slenger pada mesin diesel.
Starter ElektrikJenis starter ini mengubah energi arus listrik agar dapat menjalankan sebuah mesin. Kini, starter elektrik banyak diaplikasikan pada sepeda motor dan mobil. Menjadikan mesin kendaraan tersebut dapat hidup dan berjalan dengan mudah.
Starter PneumatikJenis starter ini mengubah udara yang memiliki tekanan besar menjadi sumber tenaga atau penggeraknya. Biasanya starter pneumatic diaplikasikan pada kapal laut, karena mesin pada kendaraan tersebut cukup besar.

Komponen Utama Sistem Starter

Sistem starter tentunya mempunyai berbagai macam komponen didalamnya.

Ringkasnya, dengan adanya komponen tersebut maka sistem starter dapat berfungsi disebuah mesin. Adapun komponen utama sistem starter diantaranya sebagai berikut:

BatteryKomponen ini memiliki fungsi sebagai penyedia atau sumber arus listrik
Saklar StarterKomponen ini memiliki fungsi untuk mengalirkan arus listrik ke relay starter.
Relay StarterKomponen ini memiliki fungsi untuk mengalirkan arus listrik yang besar ke motor starter.
Motor StarterKomponen ini memiliki fungsi untuk merubah tenaga listrik yang telah dialirkan menjadi sebuah momen putar pada mesin.

Sistem Starter ini juga mungkin erat kaitannya dengan motor. Silakan baca pengertian motor DC

Tipe-Tipe Motor Starter

Pada sebuah kendaraan didalamnya terdapat motor starter yang berguna agar sistem pada mesin dapat bergerak. Umumnya, terdapat tiga tipe pada motor starter yang berbeda namun memiliki fungsi yang sama.

Berikut ini adalah tiga tipe pada motor starter:

1. Tipe Konvensional

www.teknik-otomotif.com

Tipe ini merupakan jenis dari motor starter yang pertama dan memiliki mekanisme yang sangat sederhana. Kendaraan yang menggunakan tipe motor starter ini biasanya memiliki CC atau kapasitas yang kecil.

Karena didalamnya tidak terdapat gear dan komponen tambahan lainnya sebagai pendukung besarnya momen putar pada mesin. Hal ini tentunya mempengaruhi kapasitas dari kendaraan yang menggunakan tipe motor starter ini.

2. Tipe Reduksi

riastypurwandari.blogspot.com

Motor starter dengan tipe ini banyak digunakan pada kendaraan besar yang kapasitas mesinnya lebih dari 5000cc. Dari bentuknya, tipe motor starter ini memiliki ukuran yang lebih besar dibanding tipe lainnya.

Kontruksi pada tipe motor starter ini lebih rumit dibandingkan tipe konvensional.

Selain itu, mesin yang berkapasitas tinggi juga memerlukan motor starter yang dapat menyediakan daya dan momen putar yang besar.

3. Tipe Planetary

riastypurwandari.blogspot.com

Tipe motor starter ini cukup memiliki kesamaan dengan tipe konvensional. Perbedaannya pada tipe ini memiliki suara yang lebih halus dan momen putar yang lebih besar dibanding konvensional.

Tipe motor starter ini memiliki kontruksi yang lebih kompleks, karena ditambahkan roda gigi yang dibentuk dan disusun menyerupai lintasan planet. Kendaraan yang menggunakan tipe motor starter ini memiliki kapasitas menengah.

Baca Juga: Pengertian Motor Servo

Komponen Motor Starter

www.sekolahkami.com

Motor starter tentunya mempunyai macam-macam komponen didalamnya.

Ringkasnya, dengan adanya komponen tersebut maka motor starter dapat berfungsi disebuah mesin. Adapun komponen dari motor starter diantaranya sebagai berikut:

1. Field Coil

www.sekolahkami.com

Komponen ini terbuat dari tembaga yang dililitkan pada inti motor starter. Field coil ini berfungsi untuk membangkitkan medan magnet pada motor starter.

2. Jangkar / Armature

www.sekolahkami.com

Komponen ini berfungsi untuk merubah arus listrik menjadi energi mekanik atau sebagai penghasil momen putar. Pada komponen ini terdapat komutator yang bersentuhan langsung dengan brush yang berfungsi sebagai terminal armature.

Selain itu pada setiap ujung armature terdapat bearing yang berfungsi untuk menopangnya agar dapat berputar stabil diantara pole core.

3. Brush

www.sekolahkami.com

Komponen ini terbuat dari tembaga lunak yang berfungsi untuk meneruskan arus listrik dari field coil ke armature melalui komutator. Brush pada starter, memiliki dua jenis, yaitu brush positive dan negative.

Brush ini selalu terhubung langsung dengan komutator karena ditekan oleh pegas. Karena terbuat dari bahan tembaga lunak, maka nantinya akan bisa habis dan motor starter tidak dapat berputar.

4. Yoke dan Pole Core

www.sekolahkami.com

Yoke terbuat dari logam yang berbentuk silinder dan dapat berfungsi sebagai tempat untuk mengikatkan pole core. Sedangkan, pole core berfungsi sebagai penopang dan penguat medan magnet yang ditimbulkan field coil.

5. Sarter Clutch

www.sekolahkami.com

Komponen ini berfungsi untuk memindahkan momen putar kepada roda penerusnya. Saat roda penerus cenderung memutarkan pinion gear, maka sarter clutch juga berguna sebagai pengaman armature coil.

6. Armature Brake

www.sekolahkami.com

Komponen ini berfungsi untuk memperlambat laju putaran armature setelah lepas dari perkaitan dengan roda penerus.

7. Magnetic Switch

www.sekolahkami.com

Komponen ini berfungsi untuk menghubungkan pinion gear ke roda penerus. Selain itu juga berguna untuk melepaskan pinion gear dari roda penerus. Komponen ini juga mengalirkan arus listrik pada sirkuit motor starter melalui terminal utama.

8. Driver Lever

www.sekolahkami.com

Drive lever dapat berfungsi untuk mendorong pinion gear ke arah posisi yang berkaitan dengan roda penerus. Selain itu, komponen ini juga dapat melepaskan pinion gear yang terkait dengan roda penerus saat mesin menyala.

Proses mendorong dan melepaskan ini juga dibantu dengan magnetic switch. Sehingga fungsi dari komponen ini dapat bekerja dengan baik.

Akhir Kata

Kesimpulan pada pembahasan ini adalah dengan sistem starter, maka mesin akan dapat dihidupkan dan bergerak. Secara ringkasnya, sistem starter pada mesin akan merubah sumber dayanya menjadi energi untuk dapat hidup dan bergerak.

Demikianlah pembahasan tentang pengertian sistem starter beserta jenis-jenisnya. Dengan demikian kita menjadi lebih memahami tentang sistem starter dan juga mengetahui komponen didalamnya.

Semoga pembahasan dan informasi yang telah disajikan ini dapat bermanfaa

SISTEM STATER SEPEDA MOTOR

 

SISTEM STARTER SEPEDA MOTOR



FUNGSI SISTEM STARTER

Sistem starter berfungsi memberikan tenaga putar bagi mesin untuk memulai siklus kerja mesin.
         
          Pembagian Sistem Starter Sepeda Motor Secara Umum :
           
1)      Sistem Starter Elektrik
Pada umumnya menggunakan motor listrik, yang dipasangkan/ dihubungkan dengan poros engkol menggunakan perantara roda gigi maupun rantai. Sumber tegangan diperoleh dari tegangan baterai, dan motor starter harus dapat menghasilkan momen yang besar dari tenaga yang kecil yang tersedia pada baterai. Hal lain yang harus diperhatikan adalah konstruksi motor starter harus sekecil mungkin. Kebanyakan sistem starter menggunakan motor seri arus searah (DC).

2)      Sistem Starter Manual / Kick Starter
Merupakan sistem starter dengan menggunakan tuas/engkol, dan dihubungkan ke poros engkol melalui serangkaian mekanisme poros, pegas dan roda gigi penghubung. Sistem starter tipe ini dioperasikan secara manual, untuk dapat menghidupkan mesin maka kita perlu mengoperasikan sistem starter dengan cara menekan/menginjak tuas/engkol starter sampai mesin hidup.

1.   SISTEM STATER ELEKTRIK

Komponen Sistem Starter Elektrik

1)      Baterai, merupakan sebuah alat elektro-kimia yang dibuat untuk mensuplai energi listrik tegangan rendah (pada sepeda motor menggunakan 6 Volt dan atau 12 Volt) ke sistem pengapian, starter, lampu dan komponen kelistrikan lainnya. Baterai menyimpan listrik dalam bentuk energi kimia, yang dikeluarkan apabila diperlukan sesuai beban/sistem yang memerlukannya.
2)      Kunci Kontak, berfungsi sebagai saklar utama untuk menghubung dan memutus (On-Off) rangkaian kelistrikan sepeda motor.
3)      Relay Starter (Magnetic Switch), sebagai relay utama system starter yang berfungsi untuk mengurangi rugi tegangan yang disalurkan dari baterai ke motor starter.
4)      Saklar Starter (Starter Switch), berfungsi sebagai saklar starter yang bekerja pada saat kunci kontak pada posisi ON.
5)      Motor Starter, merupakan motor starter listrik (kebanyakan tipe DC) yang berfungsi untuk mengubah tenaga kimia baterai menjadi tenaga putar yang mampu memutarkan poros engkol untuk menghidupkan mesin.

Prinsip kerja Sistem Starter Elektrik

1)    Saat Kunci Kontak Off
Hubungan sumber tegangan dengan rangkaian sistem starter terputus, tidak ada arus yang mengalir sehingga sistem starter tidak dapat digunakan.

2)    Saat Kunci Kontak On
a)      Kunci kontak posisi ON, tetapi tombol starter tidak ditekan. Tombol starter tidak ditekan (posisi OFF) menyebabkan arus dari sumber tegangan (baterai) belum mengalir ke sistem starter sehingga sistem starter belum bekerja
b)      Kunci kontak posisi ON dan tombol starter ditekan. Apabila tombol starter ditekan (posisi START) pada saat kunci kontak ON, maka kemudian sistem starter akan mulai bekerja dan arus akan mengalir :
Baterai ⇒Sekering ⇒Kunci Kontak (ON) ⇒Kumparan Relay
Starter ⇒Tombol Starter (START) ⇒massa.
Kondisi ini akan menyebabkan terjadinya kemagnetan pada kumparan relay starter sehingga menghubungkan arus utama starter dari baterai menuju ke motor starter. Motor starter mengubah arus listrik dari baterai menjadi tenaga gerak putar, kemudian memutarkan poros engkol mesin untuk menghidupkan mesin.

Mekanisme Penggerak/Penghubung Sistem Starter

Motor starter tidak terhubung secara langsung dengan poros engkol, melainkan dihubungkan melalui mekanisme penggerak/ penghubung. Tujuan mekanisme penghubung ini antara lain :
1.      Meningkatkan momen putar motor starter melalui perbandingan/reduksi roda gigi perantara, dan
2.      Memungkinkan ditambahkannya mekanisme kopling satu arah yang akan melepaskan hubungan putaran motor starter dengan poros engkol setelah mesin hidup.

Terdapat dua jenis mekanisme penggerak/penghubung motor starter pada sepeda motor, yaitu: 1) Mekanisme penghubung menggunakan sprocket & rantai penggerak, dan 2) Mekanisme penghubung menggunakan roda gigi (gear).


Mekanisme Kopling Satu Arah

Mesin akan mulai berputar karena digerakkan oleh motor listrik melalui perantaraan rantai starter atau roda gigi. Agar setelah mesin hidup motor starter tidak ikut berputar pada rotor flywheel dipasangkan mekanisme kopling satu arah.

2.   SISTEM STARTER MANUAL

Jenis Kick Starter Menurut Konstruksi dan Cara Kerjanya :

1)      Primary Starter
Roda gigi starter pada mainshaft berputar bebas pada porosnya, tetapi saling berhubungan terhadap rumah kopling dimana rumah kopling itu saling berhubungan dengan poros engkol.
Dengan demikian apabila roda gigi starter pinion berputar, akan menggerakkan roda gigi starter pada mainshaft dan countershaft sehingga timbul tenaga untuk memutarkan rumah kopling sekaligus juga poros engkolnya. Keuntungan jenis primary starter ialah motor dapat dihidupkan meskipun transmisi berada dalam salah satu kecepatan. Hal ini disebabkan karena roda gigi starter pada mainshaft dapat berputar bebas pada porosnya. Tentunya kopling harus ditekan agar transmisi tidak ikut berputar. Primary starter pada umumnya digunakan pada sepeda motor tipe Sport

2)      Conventional Starter
Roda gigi starter pada countershaft dan pada mainshaft juga berfungsi sebagai roda gigi transmisi pertama (gigi 1). Karena gigi pertama pada mainshaft konstruksinya menjadi satu dengan porosnya, sedangkan poros tersebut berhubungan dengan pusat koling (clutch center), maka starter tidak dapat
berfungsi bila transmisi berada dalam salah satu kecepatannya, meskipun kopling ditekan. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa kick starter jenis conventional starter hanya dapat berfungsi/digunakan apabila posisi gigi transmisi dalam keadaan bebas (Netral). Conventional starter pada umumnya digunakan pada sepeda motor tipe Cub.

Tipe roda gigi pinion menurut konstruksinya dibedakan menjadi dua, yaitu :
1)      Roda gigi pinion tipe ratchet
Roda gigi pinion selalu saling berhubungan (constantmesh) dan bebas berputar bersama dengan roda gigi starter pada countershaft. Apabila pedal kick starter ditekan/diayun, ratchet akan bergeser ke arah roda gigi pinion dan merapat. Akibatnya tenaga putaran poros starter disalurkan melalui ratchet ke roda gigi starter pinion untuk menggerakkan roda gigi starter pada crankshaft. Bergesernya ratchet saat poros starter berputar adalah akibat dari jalur-jalur pada poros starter yang berbentuk “helical”. (Ratchet merupakan suatu alat yang bergigi dan berpasangan dimana apabila saling bersentuhan, meneruskan pergerakannya ke arah perputaran tertentu, dan tidak meneruskan pergerakannya ke arah perputaran yang berlawanan.)
2)      Roda gigi pinion tipe sliding
Roda gigi pinion dalam keadaan bebas dan tidak saling bersentuhan dengan roda gigi starter pada countershaft. Pergeseran roda gigi pinion adalah akibat dari bentuk jalur-jalur pada poros yang berbentuk “helical”.

MATERI TENTANG BATRAI

 

MATERI TENTANG BATERAI ( ACCU/AKI )

Baterai ( Accu/Aki ) merupakan suatu komponen elektrokimia yang menghasilkan tegangan  dan menyalurkannya ke rangkaian listrik. Dewasa ini baterai merupakan sumber utama energi listrik yang digunakan pada kendaraan dan alat-alat elektronik. Sebagai catatan bahwa baterai  tidak menyimpan listrik, tetapi menampung  zat kimia yang dapat menghasilkan energi  listrik. Dua bahan timah yang berbeda berada di  dalam asam yang bereaksi untuk menghasilkan tekanan listrik yang disebut tegangan. Reaksi elektrokimia ini mengubah energi kimia menjadi energi listrik.

Ada beberapa tipe baterai yang ada yaitu baterai tipe timah-asam ( lead acid ), baterai perawatan ringan atau baterai bebas perawatan, baterai berventilasi, dan baterai rapat (sealed baterai). Penjelasan mengenai baterai tersebut adalah sebagai berikut.

1)    Baterai tipe timah-asam ( lead acid). Pada baterai tipe ini suatu logam (timah) direndam dalam suatu larutan elektrolit. Tegangan atau energi listrik dihasilkan dari reaksi kimia antara logam dan larutan elektrolitnya.

2)  Baterai berventilasi. Pada baterai ini, terdapat tutup ventilasi yang dapat dibuka untuk  mengecek elektrolit atau untuk menambahkan air suling jika diperlukan untuk  mengembalikan kondisinya. Tutup ini juga berfungsi untuk mengeluarkan gas hidrogen yang dihasilkan selama proses pengisian.

3)   Baterai rapat ( sealed baterai). Baterai ini menggunakan juga timah-asam tetapi tidak mempunyai tutup yang dapat dilepas untuk mengecek elektrolit atau menambah elektrolit. Pada beberapa tipe baterai ini, mempunyai mata kecil untuk menunjukkan tingkat isi dari baterai.

4)    Baterai bebas perawatan. Pada baterai jenis ini larutan elektrolit tidak dapat ditambahkan sehingga tidak diperlukan perawatan baterai secara khusus.

  1. Konstruksi Baterai

Konstruksi baterai digambarkan dengan iliustrasi pada gambar bagian-bagian baterai. Berikut adalah penjelasan dari tiap-tiap  bagian baterai.

bagian-bagian-baterai

Gambar Bagian-bagian baterai

1)        Kotak baterai.

Bagian ini berfungsi sebagai penampung dan pelindung bagi semua komponen baterai yang ada di dalamnya, dan memberikan ruang untuk endapan-endapan baterai pada bagian bawah. Bahan kotak baterai ini biasanya transparan untuk mempermudah pengecekan ketinggian larutan elektrolit pada baterai.

kotak-dan-tutup-baterai

Gambar Kotak dan tutup baterai

 

2)        Tutup baterai

Bagian ini secara permanen menutup bagian atas baterai (Gambar Kotak dan tutup baterai), tempat dudukan terminal-terminal baterai, lubang ventilasi, dan untuk perawatan baterai seperti pengecekan larutan elektrolit atau penambahan air.

3)        Plat baterai

Plat positif dan plat negatif mempunyai  grid yang terbuat dari antimoni dan paduan timah. Plat positif terbuat dari bahan antimoni yang dilapisi dengan lapisan aktif oksida timah ( lead dioxide, PbO2) yang berwarna coklat dan plat negatif terbuat dari  sponge lead  (Pb) yang berwarna abu-abu. Jumlah dan ukuran plat mempengaruhi kemampuan baterai mengalirkan arus. Baterai yang mempunyai plat yang besar atau banyak dapat menghasilkan arus yang lebih besar dibanding baterai dengan ukuran pl at yang kecil atau jumlahnya lebih sedikit.

plat-positif-dan-negatif-baterai-dalam-satu-sel

Gambar Plat positif dan negatif baterai dalam satu sel

Beberapa macam bahan yang banyak digunakan untuk plat baterai di antaranya adalah antimoni timah ( lead antimony), kalsium timah ( lead calcium), rekombinasi ( gel cell ). Macam-macam bahan plat baterai dan elektrolit yang digunakan akan menghasilkan karakteristik baterai yang berbeda. Bahan plat antimoni timah banyak digunakan  pada baterai asam timah ( lead acid ) pada umumnya. Keuntungan baterai ini adalah :

  1. a) Umur servis yang lebih panjang dibanding baterai kalsium
  2. b) Lebih mudah di- charge atau diisi ulang pada saat baterai benar-benar sudah kosong, dan
  3. c) Harganya lebih murah.

Baterai yang menggunakan plat berbahan kalsium timah adalah baterai asam timah bebas perawatan ( maintanance free lead acid battery ). Keuntungan baterai tipe ini adalah :

  1. a) Tempat cadangan elektrolit di atas plat baterai lebih besar.
  2. b) Kemampuan menghasilkan arus untuk starter dingin ( cold cranking amper rating) lebih tinggi.
  3. c) Hanya sedikit atau bebas perawatan.

Baterai dengan  gel cell  merupakan baterai asam timah yang rapat yang bahan elektrolitnya berupa  gel yang lebih padat dibanding cairan baterai lainnya. Keuntungan tipe ini adalah :

  1. a) Tidak ada cairan elektrolit yang dapat menyebabkan kebocoran.
  2. b) Dapat bertahan beberapa lama dalam keadaan baterai kosong (habis sama sekali = discharged) tanpa mengalami kerusakan ( deep cycled).
  3. c) Bebas karat dan perawatan.
  4. d) Umur pakai tiga kali atau empat kali lebih panjang dibanding baterai biasa
  5. e) Jumlah plat yang lebih banyak dengan jarak yang rapat (berdekatan) sehingga ukuran baterai lebih kecil atau kompak.

baterai-gel-cell

Gambar Battery gel cell

4)        Separator atau penyekat

Penyekat yang  berpori ini ditempatkan di antara plat positif dan plat negatif. Pori-pori yang terdapat pada penyekat tersebut memungkinkan larutan elektrolit melewatinya. Bagian ini juga berfungsi mencegah hubungan singkat antar plat.

penyekat-atau-sparator-di-antara-plat-baterai

Gambar Penyekat atau sparator di antara plat baterai

Separator disisipkan diantara pelat positif dan negatif untuk mencegah agar tidak terjadi hubungan singkat antara kedua plat tersebut. Apabila pelat mengalami hubung singkat karena kerusakan separator, maka energi yang dihasilkan akan bocor. Bahan yang dipakai untuk separator adalah resin fiber yang diperkuat, karet atau plastik. Permukaan separator yang berpori menghadap ke plat positif untuk melindungi karat dari plat positif agar tidak berhamburan. Persyaratan yang harus dipenuhi oleh separator adalah bukan konduktor,  harus cukup kuat, tidak mudah berkarat oleh elektrolit, dan tidak menimbulkan bahaya terhadap elektroda.

5)        Sel

Satu unit plat positif dan plat negatif yang dibatasi oleh penyekat di antara kedua plat posotif dan negatif disebut dengan sel atau elemen. Sel-sel baterai dihubungkan secara seri satu dengan lainnya, sehingga jumlah sel baterai akan menentukan besarnya tegangan baterai yang di hasilkan. Satu buah sel di dalam baterai menghasilkan tegangan kira-kira sebesar 2,1 volt, sehingga untuk baterai 12 V akan mempunyai 6 sel.

sel-baterai

Gambar Sel baterai

6)        Penghubung sel ( cell connector )

Merupakan plat logam yang dihubungkan dengan platplat baterai. Plat penghubung ini untuk setiap sel ada dua buah (lihat gambar sel baterai), yaitu untuk plat positif dan plat negatif. Penghubung sel pada plat positif dan negatif disambungkan secara seri untuk semua sel.

7)        Pemisah sel ( cell partition ).

Ini merupakan bagian dari kotak baterai yang memisahkan tiap sel (lihat gambar kotak dan tutup baterai).

8)        Terminal baterai.

Ada dua terminal pada baterai, yaitu terminal positif dan terminal negatif yang terdapat pada bagian atas baterai.  Saat terpasang pada kendaraan, terminal-terminal ini dihubungkan dengan kabel besar positif (ke terminal positif baterai) dan kabel massa (ke terminal negatif baterai).

terminal-battery

 

Gambar Terminal baterai

9)        Tutup ventilasi

Komponen ini terdapat pada baterai basah untuk menambah atau memeriksa air baterai. Lubang ventilasi berfungsi untuk membuang gas hidrogen yang dihasilkan saat terjadi proses pengisian.

tutup-ventilasi

Gambar Tutup ventilasi

10)     Larutan elektrolit,

yaitu cairan pada baterai merupakan campuran antara asam sulfat (H 2SO4) dan air (H 2O). Secara kimia, campuran tersebut bereaksi dengan bahan aktif pada plat baterai untuk menghasilkan listrik. Baterai yang terisi penuh mempunyai kadar 36% asam sulfat dan 64% air. Larutan elektrolit mempunyai berat jenis ( specific gravity) 1,270 pada 20 0C (68 0F) saat baterai terisi penuh. Berat jenis merupakan perbandingan antara massa cairan pada volume tertentu dengan massa air pada volume yang sama. Makin tinggi berat jenis, makin kental zat cair tersebut. Berat jenis air adalah 1 dan berat jenis asam sulfat adalah 1,835. Dengan campuran 36% asam dan 64% air, maka berat jenis larutan elektrolit pada baterai sekitar 1,270.

campuran-asam-dan-air-pada-larutan-elektrolit

 Gambar  Campuran asam dan air pada larutan elektrolit

Demikian sedikit penjelasan tentang baterai (accu/aki),dalam sistem listrik tenaga surya/listrik tenaga matahari,baterai salah satu komponen penting dalam mendukung sistem listrik tenaga surya/listrik tenaga matahari.

  PRAKERIN TEKNIK DAN BISNIS SEPEDA MOTORSMK MUHAMMADIYAH CIMANGGU RAPAT PRAKERIN SMK MUHAMMADIYAH CIMANGGU DENGAN ORANG TUA SISWA https:/...